Makalah kesehatan reproduksi




KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan kekuatan dan kemampuan dalam proses perkuliahan, dan penulisan  makalah yang berjudul “Kesehatan Reproduksi ”, yang merupakan suatu kajian yang disusun untuk melengkapi tugas KELOMPOK dalam mata kuliah Pendidikan Kesehatan Sekolah.
Dalam penyusunan  makalah ini penulis mengharapkan saran, masukkan bahkan kritik yang membangun untuk makalah  ini, sehingga bisa digunakan sebagai referensi dalam mata kuliah ini.
Penulis menyampaikan  terima kasih kepada dosen  pengajar  mata kuliah Pendidikan Kesehatan Sekolah yang telah membantu dan memotivasi penulis dalam pembuatan makalah ini. Terima kasih juga untuk semua pihak yang telah membantu  dalam pembuatan makalah ini sehingga dapat selesai seperti yang diharapkan.










Makassar, 15 september 2019



                                                                                    ( Kelompok 10 )


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR 2
DAFTAR ISI 3
BAB I 4
PENDAHULUAN 4
A. Latar Belakang 4
B. Rumusan Masalah 4
C. Tujuan 5
D. Manfaat : 5
BAB II 6
PEMAHASAN 6
A. Pengertian kesehatan reproduksi 6
B. Organ – Organ Reproduksi Manusia 8
C. Pentingnya Kesehatan Reproduksi 11
D. Penyakit Pada Sistem Reproduksi 12
E. Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi 16
BAB III 18
PENUTUP 18
A. Kesimpulan 18
B. Saran 18










BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era globalisasi sekarang ini sangat mendukung dalam kehidupan manusia di Indonesia bahkan di dunia, penemuan yang setiap waktu terjadi dan para peneliti terus berusaha dalam penelitiannya demi kemajuan dan kemudahan dalam beraktivitas.
Ilmu kedokteran khususnya ilmu kesehatan pun begitu cepat bekembang mulai dari peralatan ataupun teori sehingga mendorong para pengguna serta spesialis tidak mau ketinggalan untuk bisa memiliki dan memahami wawasan serta ilmu pengetahuan tersebut.

Terkait ilmu kesehatan dalam hal ini, yaitu kesehatan reproduksi banyak sekali teori-teori serta keilmuan yang harus dimiliki oleh para pakar atau spesialis kesehatan reproduksi. Wilayah keilmuan tersebut sangat penting dimiliki demi mengemban tugas untuk bisa menolong para pasien yang mana demi kesehatan, kesejahteraan dan kelancaran pasien dalam menjalanakan kodratnya sebagai perempuan.
Pengetahuan kesehatan reproduksi bukan saja penting dimiliki oleh para bidan atau spesialais tetapi sangat begitu penting pula dimiliki khususnya oleh para istri-istri atau perempuan sebagai ibu atau bakal ibu dari anak-anaknya demi kesehatan, dan kesejahteraan meraka.
Untuk itu, penulis dalam makalah ini bermaksud ingin memberikan beberapa pengertian yang mudah-mudahan makalah ini bermanfaat untuk khalayak pembaca khususnya para perempuan. Oleh karena itu penulis mengambil judul pada makalah ini, yaitu “KESEHATAN REPRODUKSI”.




B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian kesehatan reproduksi
2. Organ- organ reproduksi Manusia
3. Mengapa kesehatan reproduksi sangat penting
4. Kelainan  / penyakit yang dapat menyerang sistem reproduksi
5. Bagaimana cara menjaga kesehatan reproduksi
C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penulisan makalah ini yaitu :
1. Memeberikan informasi tentang cara menjaga kesehatan reproduksi
2. Memberikan informasi tentang  bagaimana cara mencegah kelainan sistem reproduksi
3. Memberikan informasi tentang berbagai penyakit yang dapat menyerang Sistem reproduksi.
D. Manfaat :
untuk memberikan pengetahuan tentang pentingnya kesehatan reproduksi  bagi setiap individu  dan untuk memberikan informasi tentang bagaimana cara mencegah kelainan kelainan reproduksi . Memberikan informasi dan pengetahuan yang benar tentang kesehatan reproduksi wanita sehingga siswi dapat terhindar dari infeksi organ reproduksi

MAKASSAR, 15 September 2019



                           (KELOMPOK 10 )
BAB II
PEMAHASAN
A. Pengertian kesehatan reproduksi
Kesehatan Reproduksi yaitu Keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial secara utuh, yang tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan, dalam semua hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi, serta fungsi dan prosesnya.
Istilah reproduksi berasal dari kata “re” yang artinya kembali dan kata produksi yang artinya membuat atau menghasilkan. Jadi istilah reproduksi mempunyai arti suatu proses kehidupan manusia dalam menghasilkan keturunan demi kelestarian hidupnya.Sedangkan yang disebut organ reproduksi adalah alat tubuh yang berfungsi untuk reproduksi manusia.

Menurut BKKBN, (2001), defenisi kesehatan reproduksi adalah :
“Kesehatan secara fisik, mental, dan kesejahteraan sosial secara utuh pada semua hal yang berhubungan dengan sistem dan fungsi serta proses reproduksi dan bukan hanya kondisi yang bebas dari penyakit dan kecacatan.”

Menurut ICPD (1994) kesehatan reproduksi adalah :
“Sebagai hasil akhir keadaan sehat sejahtera secara fisik, mental, dan sosial dan tidak hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala hal yang terkait dengan sistem, fungsi serta proses reproduksi.Menurut Drs. Syaifuddin kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan kesehatan dimana suatu kegiatan organ kelamin laki-laki dan perempuan yang khususnya testis menghasilkan spermatozoid dan ovarium menghasilkan sel kelamin perempuan.”

Menurut Ida Bagus Gde Manuaba, 1998 kesehatan reproduksi adalah :
“Kemampuan seseorang untuk dapat memanfaatkan alat reproduksi dengan mengukur kesuburannya dapat menjalani kehamilannya dan persalinan serta aman mendapatkan bayi tanpa resiko apapun (Well Health Mother Baby) dan selanjutnya mengembalikan kesehatan dalam batas normal.”

Menurut WHO kesehatan reproduksi adalah :
“Suatu keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial yang utuh bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi dan prosesnya”
Menurut Depkes RI, 2000 kesehatan reproduksi adalah :
“Suatu keadaan sehat secara menyeluruh mencakup fisik, mental dan kehidupan sosial yang berkaitan dengan alat, fungsi serta proses reproduksi yang pemikiran kesehatan reproduksi bukannya kondisi yang bebas dari penyakit melainkan bagaimana seseorang dapat memiliki kehidupan seksual yang aman dan memuaskan sebelum dan sesudah menikah”

Jadi dapat disimpulkan bahwa Kesehatan reproduksi adalah keadaan sehat secara menyeluruh mencakup fisik, mental dan kehidupan sosial,yang berkaitan dengan alat,fungsi serta proses reproduksi. Dengan demikian kesehatan reproduksi bukan hanya kondisi bebas dari penyakit,melainkan bagaimana seseorang dapat memiliki kehidupan seksual yang aman dan memuaskan setelah Menikah.















B. Organ – Organ Reproduksi Manusia
Organ reproduksi Pria terdiri dari :



1. Uretra (saluran kemih), yaitu saluran untuk mengeluarkan urine dan sperma.
2. Glans Penis, yaitu kepala penis yang sangat sensitive karena memiliki banyak serabut syaraf dan pembuluh darah.
3. Penis, yaitu untuk menyalurkan urine dan sperma, serta melakukan hubungan seks.
4. Scrotum, yaitu tempat bergantungnya testis, pelindung testis dari suhu dan tekanan dari luar.
5. Testis, yaitu tempat memproduksi sperma.
6. Epidydimis, yaitu tempat pematangan sperma.
7. Vas deferens, yaitu untuk menyalurkan sperma dari testis menuju prostat.
8. Kelenjar Prostat, yaitu berfungsi menghasilkan cairan semen dan mempengaruhi ke suburan sperma.
9. Vesikula seminalis, yaitu dapat menghasilkan cairan semen dan sperma.
10. Kandung kencing, yaitu tempat penampungan sementara air kencing.

Pada pria dikenal adanya peristiwa mimpi basah, yaitu pengeluaran sperma(ejakulasi) secara alamiah melalui mekanisme tidur (biasanya mengalami mimpi erotis ataupun tidak erotis). Pertama terjadi pada usia antara 9 – 14 tahun, merupakan tanda sudah akhil baliq dan organ reproduksinya mulai berfungsi.

Organ reproduksi wanita terdiri dari :

                         
1. Ovarium atau Indung Telur
 adalah tempat pembentukan sel telur (ovum). Ovarium berjumlah sepasang dan terdapat di rongga badan. Ovarium disebut juga dengan indung telur. Letak ovarium di sebelah kiri dan kanan rongga perut bagian bawah. Ovarium berhasil memproduksi sel telur jika wanita telah dewasa dan mengalami siklus menstruasi. Setelah sel telur masak, akan terjadi ovulasi yaitu pelepasan sel telur dari ovarium. Ovulasi terjadi setiap 28 hari. Sel telur disebut juga dengan ovum.
2. Mons veneris
mons veneris atau juga memiliki kata lain mons pubis, kerap sekali disebut sebagai kemaluan, mons veneris ini merupakan lapisan lemak yang berfungsi untuk menutupi tulang pada kemaluan.
Fungsi mons veneris adalah sebagai berikut:
1. sebagai perlindungan untuk kemaluan
2. melindungi tulang dan jaringan yang ada di bagian bawah kemaluan
3. melindungi kemaluan pada saat melakukun hubungan seksual
4. sebagai sarana untuk melayani dan mengamankan organ dari bahaya apapun
5. membantu mearangsang dan menambah daya seksualitas pada pasangan.
6. Menghasilkan bau yang dapat merangsang seksual

3. Tuba fallopi
Tuba fallopi disebut juga dengan saluran telur. Saluran telur adalah sepasang saluran yang berada pada kanan dan kiri rahim sepanjang +10 cm. Saluran ini menghubungkan rahim dengan ovarium melalui fimbria. Ujung yang satu dari tuba fallopii akan bermuara di rahim sedangkan ujung yang lain merupakan ujung bebas dan terhubung ke dalam rongga abdomen. Ujung yang bebas berbentuk seperti umbai dan bergerak bebas. Ujung ini disebut fimbria dan berguna untuk menangkap sel telur saat dilepaskan oleh ovarium. Dari fimbria, telur digerakkan oleh rambut-rambut halus yang terdapat di dalam saluran telur menuju ke dalam rahim.

4. Uterus atau Rahim
Uterus adalah wadah untuk Rahim, uterus memiliki berat sekitar 30 gram, uterus juga tersusun dari lapisan otot otot yang kuat, karena uterus nantinya yang digunakan untuk tempat tumbuh kembangnya janin, otot pada uterus memiliki sifat yang elastis sehigga bisa berkembang dan mampu menompang janin pada saat kehamilan. Selain itu pada bagian uterus juga memiliki sel-sel epitel yang berada di dalam dinding Rahim yang memiliki fungsi sebagai membatas uterus.
5. Vagina
Vagina adalah akhir dari saluran kelamin wanita dan tempat bayi keluar pada saat kelahiran. vagina memiliki panjang sekitar delapan sampai dengan sepuluh sentimeter dan terletak diantara rectum dan kandung kemih. Vagina merupakan membranasea (Otot-Selaput) yang berfungsi untuk menghubungkan Rahim ke bagian luar. vagina yang sehat memiliki sifat yang asam, sifat ini disebabkan karena adanya degradasi glikogen dan menjadi asam laktat yang dihasilkan oleh bakteri bacillus. vagina juga memiliki selaput lendir pada bagian terluar dan juga pada lapisan tengah vagina terdiri dari otot-otot dan lapisan-lapisan lain yang meiliki banyak serat. Fungsi vagina adalah sebagai jalan lahirnya bayi, tempat ketika sedang melakukan hubungan seksual, tempat untuk menyalurkan darah ataupun menyalurkan lendir pada Rahim.
6. Labia mayora atau bibir besar kemaluan
Labia mayora merupakan bagian luar dari kemaluan wanita, bagian ini berbentuk seperti bibir tapi agak terlihat lebih lebar, pada bagian ini terdiri dari jaringnan kelenjar keringan dan juga jaringan lemak
7. Labia Minora atau bibir kecil kemaluan
Labia Minora adalah organ berbentuk lipatan yang terdapat di dalam Labia Mayora. Alat ini tidak memiliki rambut, tersusun atas jaringan lemak, dan memiliki banyak pembuluh darah sehingga bisa membesar ketika gairah seks bertambah. Bibir Kecil Kemaluan ini mengelilingi Orifisium Vagina (lubang Kemaluan). Pada Alat Reproduksi Pria, Kulit Skrotum analog dengan Labia Minora.

8. Himen (Selaput Dara)
Himen adalah selaput membran tipis yang menutupi lubang vagina. Himen ini mudah robek sehingga dapat dijadikan salah satu indikator untuk menilai keperawanan seorang perempuan. Normalnya Himen mempunyai satu lubang agak besar yang berbentuk seperti lingkaran. Himen adalah tempat keluarnya cairan atau darah saat menstruasi. Saat Melakukan hubungan seks untuk pertama kalinya himen biasanya akan robek dan mengeluarkan darah. Setelah melahirkan hanya akan tertinggal sisa – sisa himen yang disebut caruncula mirtiformis (caruncula hymenalis)
9. Vestibulum
Vestibulum adalah rongga pada kemaluan yang dibatasi oleh labia minora pada sisi kiri dan kanan, dibatasi oleh klitoris pada bagian atas, dan dibatasi oleh pertemuan dua labia minora pada bagian belakang (bawah) nya.
Pada wanita dikenal adanya menstruasi, yaitu merupakan peristiwa luruhnya lapisan dindingdalam rahim (endometrium), lapisan ini terbentuk untuk persiapan jika sel telur berhasil dibuahi oleh sel sperma, dan jika sel telur tidak dibuahi maka jaringan ini akan meluruh. Pertama terjadi saat usia antara 9 – 15 tahun.

C. Pentingnya Kesehatan Reproduksi
Pada dasarnya, kita  perlu memiliki pengetahuan seputar kesehatan reproduksi. Tak hanya untuk menjaga kesehatan dan fungsi organ tersebut, informasi yang benar terhadap pembahasan ini juga bisa menghindari seseorang melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.
Memiliki pengetahuan yang tepat terhadap proses reproduksi, serta cara menjaga kesehatannya, diharapkan mampu membuat seseorang lebih bertanggung jawab. Terutama mengenai proses reproduksi, dan dapat berpikir ulang sebelum melakukan hal yang dapat merugikan.
Pengetahuan seputar masalah reproduksi tidak hanya wajib bagi Wanita saja. Sebab, laki-laki juga harus mengetahui serta mengerti cara hidup dengan  reproduksi yang sehat. Pergaulan yang salah juga pada akhirnya bisa memberi dampak merugikan pada  laki-laki pula. Lantas pengetahuan dasar apa saja yang perlu kita ketahui?
Pengenalan terhadap sistem, proses, serta fungsi alat reproduksi. Usahakanlah untuk menyampaikan informasi sesuai dengan usia dan kesiapan anak. Tapi sebaiknya hindari penggunaan istila-istilah tertentu yang malah bisa mengaburkan makna dan membuat anak tidak mengenal dengan pasti masalah reproduksi.
Risiko penyakit. Aspek ini juga sebaiknya sudah mulai dikenalkan dan disampaikan pada remaja yang sudah beranjak dewasa. Dengan mengetahui risiko yang mungkin terjadi, remaja tentu akan lebih berhati-hati dan lebih menjaga kesehatan reproduksi.
Kekerasan seksual dan cara meghindarinya. Remaja perlu dikenalkan dengan hak-hak reproduksi yang ia miliki. Selain itu, diperlukan juga pengetahuan tentang kekerasana seksual yang mungkin terjadi, apa saja jenisnya, dan bagaimana cara mencegahnya terjadi.
D. Penyakit Pada Sistem Reproduksi
Penyakit  pada system reproduksi Wanita :
1. Vaginitis
Vaginitis adalah penyakit pada sistem reproduksi wanita dengan kondisi vagina yang mengalami infeksi. Infeksi pada vagina disebabkan oleh beberapa jenis mikroorganisme, yaitu seperti bakteri, jamur, dan parasit.
Penyakit pada sistem reproduksi ini bisa menyerang vagina langsung atau melalui perineum. Penyakit vaginitis bisa disebabkan oleh jamur Candida Albicans, bakteri Gardnerella, parasit Trichomonas Vaginalis, dan virus.
Penderita vaginitis memiliki beberapa gejala yang bisa diamati. Beberapa gejala penyakit vaginitis seperti nyeri hebat pada vagina, disuria, pruritas di vulva, ruam bibir vagina, edema vukva, vagina bau busuk, dan perdarahan vagina.

2. Condiloma Accuminata
Condiloma Accuminata adalah penyakit pada sistem reproduksi wanita yang disebabkan oleh virus yang tak asing lagi. Virus yang dimaksud adalah virus Human Papiloma.
Virus tersebut juga merupakan virus penyebab kutil. Wanita yang mengalami penyakit condiloma accuminata sebaiknya segera diobati. Hal ini dikarenakan obat condiluma accuminta bisa berkembang menjadi kanker pada organ lainnya seperti rahim wanita.

3. Kanker ovarium
Kanker ovarium juga termasuk ke dalam penyakit pada sistem reproduksi wanita. Penyakit ini berawal dari kista ovarium yang merupakan tumor jinak dan kecil di dalam rahim.
Kista ovarium yang paling sering terjadi adalah kista dermoid, kista lutein, dan kista cokelat. Tumor jinak atau kista ovarium tersebut lambat laun akan berkembang menjadi semakin besar dan ganas yang menjadi kanker ovarium.
Tumor ganas ovarium (kanker ovarium) dengan ukuran besar dapat menyebabkan kelainan letak janin. Penyebab penyakit kanker ovarium disebabkan oleh gaya hidup yang keliru, asupan, kurang olahraga, dan lainnya. Berhati-hatilah kamu jika memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur karena itu merupakan gejala dari penyakit kanker ovarium.

4. Kanker serviks
Kanker serviks adalah penyakit pada sistem reproduksi wanita yang juga umum terjadi. Penyakit ini disebabkan karena adanya sel-sel abnormal yang tumbuh pada lapisan epitel serviks. Sel abnormal tersebut akan terus tumbuh dengan ganas.
Hal tersebut membuat jaringan yang ada di sekitar leher rahim jadi kurang berfungsi. Pengobatan kanker serviks umumnya dilakukan dengan mengangkat rahim, oviduk, ovarium, sepertiga dari vagina (bagian atas).

5. Kanker Payudara
Kanker payudara adalah salah satu penyakit pada sistem reproduksi wanita. Meski pria juga memiliki payudara, namun penyakit yang satu ini lebih rentan menyerang wanita sebab jaringan lemak pada payudara wanita jauh lebih besar jika dibandingkan dengan pria.

Penyakit Pada Sistem Reproduksi Pria
1. Prostatitis
Penyakit pada sistem reproduksi pria yang umumnya sering terjadi adalah prostatitis. Prostatitis adalah penyakit pada sistem reproduksi pria di mana kelenjar prostat mengalami infeksi.

Penyebab dari prostatitis adalah bakteri. Bakteri yang menginfeksi kelenjar prostat pria adalah E. coli, Klebsiella, dan Proteus. Pria yang mengalami prostatitis akan memiliki beberapa gejala seperti sulit ejakulasi, gagal ereksi, disuria, dan demam.

2. Epididimitis
Penyakit pada sistem reproduksi pria yang disebabkan karena adanya infeksi pada organ reproduksi pria. Penyakit tersebut adalah epididimitis. Epididimitis adalah kondisi di mana bagian epididimis mengalami peradangan.
Beberapa bakteri yaitu Chlamydia trachomatis, E. coli, dan Neisseria gonorrhoeae adalah jenis bakteri yang sering menyebabkan penyakit epididimitis. Penyakit ini sering menimpa para pria yang suka berganti-ganti pasangan seks.
Ada beberapa gejala dari penyakit epididimitis, yaitu nyeri pada testis, ada darah di dalam sperma, sakit saat ejakulasi, nyeri pada testis, dan disuria.
3. Sifilis
Penyakit pada sistem reproduksi lainnya adalah sifilis. Penyakit sifilis juga biasa disebut ‘raja singa’. Sifilis bisa terjadi karena aktivitas seksual. Selain itu, bisa juga karena transfusi darah. Bakteri yang menyebabkan sifilis adalah bakteri Reponema Pallium.
4. Gonorhea
Gonorhea atau kencing nanah juga merupakan penyakit reproduksi pria yang sering terjadi. Penyebab dari gonorhea adalah bakteri Neisseria Gonorrheae. Penyakit ini ditularkan melalui aktivitas seksual yang bebas dan menyimpang.

5. Hipogonadisme
Penyakit pada sistem reproduksi lainnya pada pria adalah hipogonadisme. Hipogonadisme adalah kondisi di mana testis pria tidak dapat memproduksi hormon testosteron yang cukup. Masalah ini bisa dialami sejak janin berkembang di perut.

6. HIV/AIDS
HIV/AIDS merupakan hal yang berbeda tetapi saling berhubungan. Human Immunodeficiency Virus atau biasa disingkat HIV adalah virus yang menyebabkan penyakit AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome).
HIV secara drastis dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, sehingga memungkinkan penyakit, bakteri, virus, dan infeksi lainnya menyerang tubuh Anda. HIV menyerang dan menghancurkan sel CD4 yang seharusnya melawan infeksi dari sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, tubuh jadi kesulitan melawan infeksi dan kanker terkait HIV tertentu.
Tidak seperti virus lainnya, tubuh Anda tidak bisa menyingkirkan HIV sepenuhnya. Jika Anda terinfeksi HIV, Anda akan memilikinya seumur hidup.
Sementara itu, AIDS adalah kondisi penyakit kronis dari infeksi virus HIV. Biasanya kondisi ini ditandai dengan munculnya penyakit lain, seperti kanker dan berbagai infeksi yang muncul seiring dengan melemahnya sistem kekebalan tubuh Anda.
AIDS disebabkan oleh virus HIV. HIV ditularkan melalui kontak dengan darah yang terinfeksi, air mani, cairan vagina, dan air susu ibu (ASI) dari orang yang terinfeksi. Sebagai contoh, ketika Anda berhubungan seks baik vagina, anal, atau oral dengan seseorang yang memiliki HIV tanpa kondom, virus ini akan sangat mudah menular.
Ini karena adanya pertukaran cairan tubuh antara orang yang terinfeksi dengan orang yang sehat. Kondisi ini akan meningkat risikonya jika di organ seksual Anda terdapat luka terbuka. Biasanya perempuan remaja sangat rentan terhadap infeksi HIV karena selaput vagina mereka lebih tipis dan lebih rentan terhadap infeksi dibandingkan wanita dewasa.
Selain kontak seksual, ada berbagai hal lain yang menyebabkan seseorang terkena penyakit yang melemahkan sistem imun ini, yaitu:
Berbagi jarum suntik dan peralatan suntik lainnya dengan orang yang terkontaminasi dengan HIV.
Menggunakan peralatan tato dan body piercing (termasuk tinta) yang tidak disterilkan dan pernah dipakai oleh orang dengan HIV.
Dari seorang ibu dengan HIV kepada bayinya (sebelum atau selama kelahiran) dan saat menyusui.
Memiliki penyakit menular seksual (PMS) lainnya, seperti klamidia atau gonore karena virus HIV akan sangat mudah masuk saat sistem kekebalan tubuh lemah.
Adanya kontak dengan darah, air mani, atau cairan vagina dari orang yang memiliki infeksi HIV pada luka terbuka yang Anda miliki.
Namun, jangan salah sangka. Anda tidak dapat tertular HIV melalui kontak sehari-hari, seperti:
Bersentuhan
Berjabat tangan
Berpelukan atau berciuman
Batuk dan bersin
Mendonorkan darah ke orang yang terinfeksi
Menggunakan kolam renang atau dudukan toilet yang sama
Berbagi sprei
Berbagi peralatan makan atau makanan yang sama
Dari hewan, nyamuk, atau serangga lainnya
E. Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi
1. Pakai handuk yang lembut, kering, bersih, dan tidak berbau atau lembab.
2. Memakai celana dalam dengan bahan yang mudah menyerap keringat
3. Pakaian dalam diganti minimal 2 kali dalam sehari
4. Bagi perempuan, sesudah buang air kecil, membersihkan alat kelamin sebaiknya dilakukan dari arah depan menuju belakang agar kuman yang terdapat pada anus tidakmasuk ke dalam organ reproduksi.
5. Bagi laki-laki, dianjurkan untuk dikhitan atau disunat agarmencegah terjadinya penularan penyakit menular seksual serta menurunkan risiko kanker penis.
6. Asupan makanan gizi seimbang
Cara menjaga kesehatan organ reproduksi selanjutnya adalah dengan menjaga asupan makanan. Makanan yang paling baik untuk kesehatan adalah makanan dengan gizi seimbang yaitu dengan memenuhi nutrisi sesuai dengan takarannya.
7. Istirahat Cukup
Istirahat cukupIstirahat cukup adalah salah satu kunci dari hidup sehat. Cara ini juga merupakan salah satu cara untuk menjaga kesehatan organ reproduksi. Kurangnya istirahat dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang berpengaruh pada kesuburan.
8. Perhatikan produk yang digunakan                                                                                                                                                                Menggunakan produk untuk area organ intim tidak bisa dilakukan sembarangan, karena area ini merupakan area yang cukup sensitif. Wanita dihimbau untuk tidak menggunakan produk pembersih organ kewanitaan secara rutin.
Produk pembersih tersebut ditakutkan akan membunuh semua bakteri baik pada area kewanitaan. Padahal bakteri ini sangat penting untuk menjaga pH area tersebut. Jika bakteri baik juga hilang, risiko infeksi justru akan lebih tinggi.
9. Memeriksakan diri secara rutin
Memeriksakan kesehatan organ reproduksi tidak harus menunggu munculnya gejala penyakit. Sering kali suatu penyakit tidak menunjukkan gejala yang dapat kita sadari. Jika penyakit baru terdeteksi ketika sudah parah, tentu akan lebih sulit untuk mengatasinya.
Pemeriksaan rutin adalah langkah untuk memastikan organ reproduksi Anda sehat dan untuk deteksi dini penyakit agar penanganannya dapat lebih cepat. Pemeriksaan ini harus dilakukan secara rutin baik bagi pria maupun wanita.
Pada dasarnya cara menjaga kesehatan organ reproduksi tidak jauh berbeda dengan cara menjaga kesehatan secara umum. Agar organ reproduksi tetap sehat, Anda sebaiknya menerapkan pola hidup sehat secara keseluruhan.






BAB III
PENUTUP
  A. Kesimpulan
Kesehatan reproduksi sangatlah penting untuk diketahui oleh para perempuan bakal calon ibu ataupun laki-laki calon bapak. Oleh karena itu berdasarkan uraian di atas dapat penulis simpulkan bahwa.
Definisi kesehatan sesuai dengan WHO, kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental dana sosial, ditambahkan lagi (sejak deklarasi Alma Ata-WHO dan UNICEF) dengan syarat baru, yaitu: sehingga setiap orang akan mampu hidup produktif, baik secara ekonomis maupun sosial.
Kesehatan reproduksi adalah keadaan kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang utuh dan bukan hanya tidak adanya penyakit atau kelemahan dalam segala hal yang berhubungan dengan sistem reproduksi dan fungsi-fungsi serta proses-prosesnya.
Hak reproduksi adalah bagian dari hak asasi yang meliputi hak setiap pasangan dan individual untuk memutuskan secara bebas dan bertanggung jawab jumlah, jarak, dan waktu kelahiran anak, serta untuk memiliki informasi dan cara untuk melakukannya.
Makalah ini juga telah membahas beberapa penyakit yang  dapat meneyerang system reproduksi pada manusia sehingga pembaca dapat lebih memperhatikan bersihan dan kesehatan system reproduksinya agar tidak terserang penyakit pada organ reproduksi.
B. Saran
Untuk itu wawasan dan pengetahuan kesehatan reproduksi sangatlah penting untuk bisa dikuasai dan dimiliki oleh para perempuan dan laki-laki yang berumah tangga, supaya kesejahtaraan dan kesehatan bisa tercapai dengan sempurna. Oleh kerana itu penulis memberi saran kepada para pihak yang terkait khususnya pemerintah, Dinas Kesehatan untuk bisa memberikan pengetahuan dan wawasan tersebut kepada khalayak masyarakat terkhususnya remaja dengan cara sosialisasi, kegiatan tersebut mudah-mudahan kesehatan reproduksi masyarakat bisa tercapai dan masyarakat lebih pintar dalam menjaga kesehatannya.
BIODATA PENULIS

NAMA : NUR AZIZAH
KELAS : PJKR A 18
NIM : 1831040053
HOBBY : VOLLY INDOOR


NAMA    : SELVIANA
KELAS   : PJKR A 18
NIM        :1831040042
HOBBY : PENCAK SILAT
INSTAGRAM : evi_selviana23
E_MAIL : eviselviana0123@gmail.com


NAMA     : NUR AWAL  AL MUSYAWWIR
KELAS    : PJKR A 18
NIM         : 1831040018
HOBBY   : SEPAK BOLA


NAMA : MUHAMMAD RIZKY
KELAS : PJKR A 18
NIM: 1831040008
HOBBY : TENIS MEJA


NAMA : RESMARIYADI SYAM
KELAS : PJKR A 18
NIM : 1831040030
HOBBY : FUTSAL
NO.WA : 081242205028
LINE : resmarsyam06
INSTAGRAM : Resmarsyam
E-MAIL : Resmariyadi_37@yahoo.com









NAMA : Ince Ade Irma Nasution Dj
KELAS : PJKR A 18
NIM : 1931044006
HOBBY : JALA-JALAN
NO.WA : 085396126336
LINE : nasutiondj
INSTAGRAM : nasutiondj
E-MAIL : nasutiondj@yahoo.com


Komentar

Postingan Populer